Dibawah naungan BKP3M Kab.Tangerang, BPP Kaliasin mewilayahi 4 Kecamatan, yakni Kec.Balaraja, Sukamulya, Kresek dan Kec.Jayanti.
Rabu, 08 Agustus 2012
Minggu, 22 Juli 2012
EVALUASI PURNAWIDYA DIKLAT AGRIBISNIS PADI DALAM RANGKA P2BN
Kamis, 19 Juli 2012 yang lalu telah dilaksanakan Evaluasi Purnawidya Diklat Agribisnis Padi dalam rangka mensukseskan Program P2BN bagi aparatur dan non-aparatur di Kabupaten Tangerang.
Dengan berlokasi di Gapoktan Sari Indah Desa Pasirgintung Kecamatan Jayanti, pelaksanaan evaluasi dialokasikan pada dua Kecamatan yakni Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Jambe.
Pada kesempatan itu hadir seluruh aparatur yang telah mengikuti Diklat Agribisnis Padi di BPP Lampung pada tahun 2011, diantaranya adalah : (1) H.Sopandi, Penyuluh Pertanian Kecamatan Jayanti BPP Kaliasin, (2) Abdul Gopar, SP. Penyuluh Pertanian Kecamatan Rajeg BPP Sukatani, dan (3) Agus Rusliana, Penyuluh Pertanian Kecamatan Jambe BPP Carenang. Sementara non-aparatur yang hadir diantaranya adalah : (1) Purwawinata Ketua Kelompok Tani Sri Sari I Desa Pasirgintung Kecamatan Jayanti, (2) Apip, Ketua Kelompok Tani Paguyuban Desa Cikande Kecamatan Jayanti, dan (3) H.Soleh, Ketua Kelompok Tani dari Kecamatan Jambe.
Selain itu dihadiri juga oleh para kolega aparatur yang mengikuti Diklat Agribisnis Padi dan para Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Jambe. Hadir pula Yono Haryono, Koordinator BPP Kaliasin dan Suharjo Cr, SP, Koordinator KJF - BKP3M Kabupaten Tangerang
Dari Puslatan BPSDM Pertanian Kementan hadir dua orang enumerator yakni bu Yayah dan bu Oce.
Acara dibuka dengan susunan sebagai berikut : (a) Pembukaan, (b) Sambutan Koordinator KJF BKP3M Kabupaten Tangerang dan (c) Pengarahan serta Teknis Pelaksanaan Evaluasi oleh Enumerator Puslatan BPSDM Pertanian Kementan serta (d) Tanya Jawab dan Penutup Do'a
Minggu, 01 Juli 2012
Jambore “Penyuluh Pertanian Indonesia“ 2012 di Kota Metro Lampung
Kontingen Kabupaten Tangerang
(Foto.Dok.BPP Kaliasin_2012)
Jambore Penyuluh Pertanian Indonesia telah diselenggarakan di Kota Metro, Provinsi Lampung. Jambore ini dimaksudkan guna mensukseskan target surplus beras 10 juta ton beras tahun 2014, para penyuluh pertanian dari seluruh Indonesia akan berkumpul melakukan Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluhan 2012 di Metro Lampung, pada 23 – 30 Juni 2012. Tempat penyelenggaraan jambore di Lapangan Merdeka Kelurahan Mulyojati 16C Kec. Metro Barat Kota Metro Provinsi Lampung.
Tema jambore kali ini adalah ”Kebangkitan Penyuluhan melalui Tekad dan Kerja Keras Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Empat Sukses Pembangunan Pertanian”.
Selamat datang
Acara ini diselenggarakan atas kerjasama antara Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kota Metro . Dalam acara ini dihadiri oleh ribuan penyuluh dari 33 provinsi. Mereka akan bertemu di Kota Metro Lampung dalam acara akbar tersebut.
Tercatat sudah 4.000 penyuluh pertanian hadir bahkan jumlah tersebut akan terus bertambah. Dari Provinsi Lampung sendiri rencananya sebanyak 590 orang akan hadir dalam acara skala nasional tersebut.
Peserta Jambore selama kegiatan akan diinapkan di rumah-rumah penduduk di sekitar arena kegiatan, jadi peserta tidak menginap di Hotel. Paling tidak dengan menginap di rumah penduduk bisa mengenal masyarakat Kota Metro. Disamping itu untuk seukuran kota Metro belum memadai jumlah hotel yang ada. Kontingen Kabupaten Tangerang diinapkan di Desa Ganjar Agung Kec.Metro Barat.
Agenda ini merupakan acara dua tahunan para penyuluh, dan pertemuan ini merupakan pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya yang pertama dilaksanakan pada tahun 2006 di Guci, Tegal, Jawa Tengah dan yang kedua pada tahun 2008 di Cibodas, Bogor, Jawa Barat.
Wali Kota Metro dan Adipura
Adapun tujuan dari jambore tersebut adalah:
1. Meningkatkan wawasan dan pemahaman penyuluh, petani, peneliti dan pemangku kepentingan lainnya tentang program empat sukses pembangunan pertanian;
2. Meningkatkan koordinasi antara penyuluh, petani, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya;
3. Meningkatkan kreativitas penyuluh dalam penerapan dan pengembangan penyuluhan pertanian;
4. Meningkatkan motivasi, kinerja dan profesionalisme Penyuluh Pertanian.
Pada acara Jambore kali ini dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian hadir pula pada acara tersebut yaitu Wakil Gubernur Lampung dan Walikota Metro. Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian RI pada Kamis tanggal 28 Juni 2012 di Panggung Utama Lapangan Mulyo Jati, Kota Metro, Lampung.
Acara dilanjutkan dengan rangkaian beberapa kegiatan yaitu,
Temu Karya/ Festival Karya Penyuluh Pertanian, Seminar dan Sosialisasi Kebijakan
Pembangunan Pertanian, Pameran dan Promosi Pembangunan Pertanian, dan Karya
Wisata dan Kegiatan pendukung lainnya.
Acara Seminar Sosialisasi Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Penyuluh Pertanian PNS - Jambore PPI 2012
(Foto.Dok.BPP Kaliasin_2012)
Mejeng di Stand Pameran Provinsi Banten - Jambore PPI 2012
(Foto.Dok.BPP Kaliasin_2012)
Minggu, 24 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Profil "AMSORI", Calon Petani Teladan BPP Kaliasin
AMSORI,
lelaki berusia 38 tahun ini adalah sosok petani yang tergabung dalam Kelompok
Tani Ampel salah satu kelompok tani di Desa Gembong Kecamatan Balaraja Wilayah
BPP Kaliasin Kabupaten Tangerang. Terlahir pada tanggal 15 Januari 1974 dari
pasangan suami istri bapak Acak dan ibu Nawati, merupakan anak ke 5 dari lima
bersaudara. Menikah dengan Sukmariah pada tahun 1996 dan dikaruniai dua orang
putra bernama Ahmad Fadli dan Muhammad Romdoni.
Pengalaman
bertani mulai tahun 1992 (sekitar 20 tahun), dengan berusahatani padi. Motivasi
untuk maju begitu tinggi, beliau pernah menimba ilmu melalui magang di daerah
Baros dan Ciomas Kabupaten Serang, bahkan sampai di daerah Ciekek Kabupaten
Pandeglang pada tahun 1995, banyak belajar berbagai komoditi hortikultura
seperti budidaya Kacang Panjang, Bawang Merah, Terung, Mentimun, Cabai sampai
budidaya Melon.
Ilmu
yang didapat sebagian telah diterapkan dan berhasil, seperti penanaman Padi
Sawah, Kacang Panjang, Cabai dan Melon yang dilakukan di lahan sawah maupun tegalan
di wilayah Kelompok Tani Ampel Desa Gembong
Dalam
kiprahnya sebagai petani, banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan termasuk
dengan kios sarana produksi Mitra Tani yang berlokasi di Pasar Gembong. Sering
bekerjasama/ bermitra terutama dalam bentuk bantuan/ pinjaman permodalan
usahatani serta pengelolaan penangkaran
benih padi sawah seluas 3 hektar.
Senin, 21 Mei 2012
PROFIL "AHMAD YANI" CALON PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN BPP KALIASIN KABUPATEN TANGERANG PROV.BANTEN
Ahmad Yani, lahir di Desa Bunar Kecamatan
Sukamulya Kabupaten Tangerang pada tanggal 4 Juli 1968, anak pasangan Janip
(Alm) dan Nurmah (Almh). Menikahi Tuti Alawiyah pada tahun 1992 dan dikaruniai
3 anak, yakni (1) Faisal Haris, lahir 25
April 1994, (2) Ani Andiri, lahir 4 Oktober 2004 dan (3) Tiani Lestari , lahir 13
April 2010.
Sekolah di SD Sindangasih Desa Bunar
Kecamatan Sukamulya, lulus tahun 1981/1982. Melanjutkan ke SMP Negeri Kresek
dan lulus pada tahun 1983/1984. Kemudian meneruskan sekolah di SMA Negeri
Balaraja dan lulus pada tahun 1985/1986.
Selesai menamatkan sekolah memulai
karier pekerjaannya dengan berdagang sayur mayur di Pasar Induk Kramat Jati –
Jakarta selama tujuh tahun sampai tahun 1993. Sejak tahun 1993 sampai dengan
tahun 1996 pindah ke Pasar Induk Cikokol – Tangerang sebagai pedagang sayur
mayur. Karena sesuatu hal, beliau berhenti berdagang dan pindah profesi pada
tahun 1996 dan menjadi karyawan di perusahaan/ pabrik baja di PT. Baja Raya di
Balaraja sampai tahun 1998. Sambil bekerja sebagai karyawan beliau menyempatkan
diri memulai berusahatani sayuran di sela-sela waktu luangnya. Pada tahun 1998
terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia, maka sejak itulah beliau
memutuskan ganti profesi sebagai petani tulen. Komoditi yang diusahakan
utamanya adalah sayuran seperti; Mentimun, Kacang Panjang, Pare, Oyong, Cabai,
Bayam, Kangkung, Caisim, Sawi, Kemangi, Jagung Manis disamping menanam komoditi
padi sawah. Karena berpengalaman berdagang sayur mayur selama hamper 10 tahun,
beliau memasarkan sendiri hasil panen sayurannya di pasar-pasar tradisional dan
pasar induk, tergantung hasil panen yang diperolehnya.
Karena keberhasilannya dalam
berusahatani sayuran ini, banyak petani yang belajar tentang budidaya sayuran
kepadanya. Beliau tak segan-segan membagi ilmu yang didapat dari berbagai nara
sumber dan pengalaman-pengalaman yang digalinya sendiri. Bahkan beliau membantu
berbagai kebutuhan sarana produksi (seperti benih, pupuk, pestisida dan bahkan
biaya pemeliharaan) bagi petani yang bermitra dengannya, asal petani tersebut
menjual hasil panen kepadanya. Saking banyaknya petani yang bermitra, pernah
mencapai 30 orang dan hingga tersebar di 3 kecamatan yakni Kecamatan Sukamulya,
Kecamatan Rajeg dan Kemeri, dengan banyaknya petani yang bermitra tersebut sampai-sampai mengatur jadwal tanam agar
dapat setiap hari memasarkan komoditi sayuran.
Selain memiliki lapak di pasar
tradisional Sentiong Kecamatan Balaraja, apabila hasil panen melimpah beliau
juga memasarkannya ke pasar Cikupa dan bahkan ke pasar Induk Tanah Tinggi –
Tangerang yang dijual langsung ke pengecer.
Yang
diperankan oleh Ahmad Yani selain sebagai pelaku utama/ petani (Produsen), dalam
lembaga pemasaran adalah sebagai Pedagang Pengumpul juga sebagai pedagang
Pengecer.
Puncak prestasi sebagai pelaku utama
dan pelaku usaha komoditi sayuran, pada tahun 2010 Ahmad Yani mendapat predikat
sebagai Peringkat II Pelaku Usaha Pasca Panen Hasil Pertanian (Hortikultura)
Teladan Tingkat Propinsi Banten, dan mendapat Penghargaan dari Ibu Gubernur
Banten, Nomor: 002/6/Kep.394-Huk/2010, tanggal 22 Juli 2010.
Berkiprah
sebagai petani dengan berbagai aktivitas usahatani dan pemasaran komoditi
sayuran ini membuat para petani sebagai anggota Kelompok Tani Sindangasih
II Desa Bunar Kecamatan Sukamulya ini
bersepakat menjadikannya Ketua kelompok Tani menggantikan ketua lama (Sueb).
Kepemimpinan beliau menjadikannya panutan para kontak tani di Kecamatan Sukamulya,
sehingga beberapa jabatan di kelembagaan tani beliau sandang mulai tahun 2009,
yakni sebagai KTNA Desa Bunar, KTNA Kecamatan Sukamulya, nahkan sebagai ketua
KTNA BPP Kaliasin.
Atas keahliannya dalam budidaya dan
pemasaran berbagai komoditi sayuran tersebut serta dedikasinya dalam
kelembagaan tani, pada tahun 2010 BPP Kaliasin mengangkatnya sebagai Penyuluh
Pertanian Swadaya di Kecamatan Sukamulya. Dan resmi sebagai Penyuluh Pertanian
Swadaya setelah mengikuti Pelatihan Bimbingan Teknis Penyuluh Swadaya pada
tanggal 9-10 Agustus 2010, hingga mendapat sertifikat dengan nomor :
520113/44-BKP3M/2010 pada tanggal 10 Agustus 2010.
Selasa, 24 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)







