Kamis, 29 Maret 2012

MATERI PENYULUHAN : ADMINISTRASI KELOMPOK WANITA TANI


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kata “administrasi” kerap terdengar dan sudah tidak asing lagi di telinga. Namun demikian, rata-rata masih banyak orang yang belum tahu arti sebenarnya dari administrasi itu sendiri. Sebelum melangkah jauh membahas materi Administrasi Kelompok Wanita Tani, terlebih dahulu kita bahas arti kata administrasi dan Kelompok Wanita Tani.
Dalam dunia pendidikan, administrasi erat kaitannya dengan manajemen, organisasi maupun kepemimpinan.
Uraian dari gambar tersebut, selanjutnya Waldo menerangkan bahwa administrasi meliputi dua aspek, yaitu  :
a.       Segi Statis             : berwujud wadah serta struktur yang mengatur hubungan formal 
  antara personil dan proses pencapaian tujuan bersama
b.      Segi Dinamis         : berwujud   keseluruhan   kegiatan  (aktivitas)   yang   dilakukan untuk mencapai 
                                     tujuan tertentu

Sedangkan pendapat Sukanto dan Tampubolon mengemukakan bahwa “administrasi merupakan segenap rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan sekelompok orang dalam wadah organisasi untuk mencapai suatu tujuan”
Dari uraian tersebut, secara garis besar administrasi meliputi :
-          adanya usaha bersama
-          adanya kelompok orang
-          adanya aktivitas
-          adanya tujuan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah proses aktivitas daripada administrasi dan karena pimpinan dari organisasi adalah sekaligus merupakan pimpinan manajemen, maka dia juga yang mempunyai wewenang menggerakkan kemudi administrasinya.


Organisasi
 
Kelompok Wanita Tani adalah kumpulan ibu-ibu istri petani atau para wanita yang mempunyai aktivitas dibidang pertanian yang tumbuh berdasarkan keakraban, keserasian, serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya.
Lebih jauh Kelompok Wanita Tani juga dapat berperan sebagai :
a. Kelas Belajar
Merupakan wadah bagi setiap anggotanya untuk berinteraksi guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam berusahatani yang lebih baik dan menguntungkan, serta berperilaku lebih mandiri untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera
b. Unit Produksi Usahatani
            Merupakan satu kesatuan unit usahatani, untuk mewujudkan kerjasama dalam mencapai skala usaha ekonomi yang lebih menguntungkan
c. Wahana Kerjasama
Merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama Anggota dalam Kelompok Wanita Tani dan antara Kelompok Wanita Tani dengan Kelompok Wanita Tani lain maupun dengan pihak-pihak lainnya dalam rangka untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan dan hambatan serta gangguan.

1.2 Tujuan
Tujuan disusunnya materi yang berjudul Administrasi Kelompok Wanita Tani ini adalah dalam rangka pelaksanaan pembinaan Kelompok Wanita Tani di Wilayah BPP Kaliasin


II. ADMINISTRASI KELOMPOK WANITA TANI

2.1 Pengertian Administrasi Kelompok Wanita Tani
Administrasi Kelompok Wanita Tani adalah seperangkat catatan atau dokumen yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Perangkat administrasi kelompok yang baik dan benar diperlukan sebagai bahan informasi bagi kelompok maupun pihak lain yang berkaitan dengan kelompok itu, seperti : usaha, permodalan, jaringan kerjasama dan lain-lain. Perangkat administrasi itu dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu administrasi kegiatan dan administrasi keuangan.

2.1.1                Administrasi Kegiatan
Administrasi Kegiatan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok diluar urusan keuangan. Beberapa perangkat administrasi kegiatan yang diperlukan kelompok antara lain :
1).        Buku Induk Anggota
2).        Buku Kegiatan Kelompok
3).        Buku Tamu
4).        Buku Notulen Rapat
5).        Buku Produktivitas dan Hasil Produksi
6).        Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar
7).        Buku Ekspedisi
8).        Buku Kepemilikan Sarana/ Prasarana Anggota
9).        Buku Luas Lahan Garapan
10).      Buku Pengurus
11).      Buku Daftar Hadir

2.1.2                Administrasi Keuangan
Administrasi Keuangan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan keuangan kelompok, selain buku-buku administrasi kegiatan kelompok. Beberapa perangkat administrasi keuangan yang diperlukan kelompok antara lain :
1).        Buku Kas
2).        Buku Iuran Anggota
3).        Buku Tabungan Anggota
4).        Buku Inventaris
5).        Buku Penjualan
6).        Buku Pembelian

2.2  Perangkat Kelengkapan Administrasi Lainnya
Selain buku-buku dan dokumen penting lain yang harus dimiliki Kelompok Wanita Tani, Kelompok Wanita Tani yang kuat dan sudah maju diharapkan juga memiliki perangkat kelengkapan administrasi lainnya, yakni berupa :
1).        Sekretariat Kelompok Wanita Tani
2).        Papan Nama (Plank) Kelompok Wanita Tani
3).        Stempel Kelompok Wanita Tani
4).        Arsip Surat Masuk dan Surat Keluar
5).        Arsip Dokumen Berita Acara Pembentukan Kelompok Wanita Tani
6).        Arsip Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok Wanita Tani
7).        Arsip Dokumen Berita Acara Benah Kelompok Wanita Tani
8).        Rencana Kerja Kelompok atau Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK)
9).        Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
10).      Rencana Usaha Anggota (RUA)
11).      Arsip Dokumen Biodata Anggota Kelompok Wanita Tani
12).      Dokumen berupa papan data (Monografi)  Kelompok Wanita Tani
13).      Peta Wilayah Kelompok Wanita Tani

III. JENIS-JENIS ADMINISTRASI
        KELOMPOK WANITA TANI

3.1 Administrasi Kegiatan Kelompok Wanita Tani

1).    Buku Induk Anggota
Buku induk anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap ibu-ibu tani maupun wanita tani yang menjadi anggota kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota, jumlah dan perkembangan anggotanya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan data anggota kelompok.
Nomor anggota diberikan kepada setiap anggota sesuai dengan urutan pada saat petani menyatakan diri menjadi anggota kelompok.

2).    Buku Tamu
Buku tamu adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang pihak-pihak luar yang pernah berkunjung ke dalam kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh perhatian maupun bimbingan yang pernah diberikan oleh pihak luar terhadap kelompok yang bersangkutan. Buku tamu diisi setiap kali ada pihak luar kelompok yang dating untuk suatu keperluan.
            Didalamnya selain berisikan waktu dan nama serta instansi, juga memuat maksud/ tujuan dan kesan/ saran. Maksud/ tujuan adalah untuk apa seseorang tersebut datang kepada kelompok, ini bermanfaat untuk melihat seberapa jauh kelompok memperoleh pembinaan dari pihak luar yang relevan. Sedangkan kesan/ saran adalah apa yang menurut seseorang tersebut menarik perhatian dalam kelompok yang dikunjungi, kesan-kesan ini bisa positif dan bisa juga negatif. Kolom saran juga baik kalau diisi tentang usulan-usulan perbaikan dari orang yang berkunjung terhadap kelompok, karena usulan yang bersifat konkrit dan jelas, penting bagi kelompok untuk ditindak lanjuti sebagai bahan pembahasan dalam pertemuan pengurus/ anggota.

3).    Buku Notulen Rapat
                                    Buku notulen rapat adalah berisi catatan tentang hal-hal yang telah dibahas dalam setiap pertemuan kelompok, baik pertemuan pengurus maupun pertemuan anggota.
                                    Catatan pertemuan ini penting untuk mengetahui segala persoalan ataupun hal-hal lain yang pernah dibicarakan. Catatan ini juga bermanfaat bagi kelompok untuk melihat pengalaman-pengalamannya yang lalu baik berupa keberhasilan maupun kelemahan serta persoalan-persoalan yang dihadapi kelompok dan cara mengatasinya.
                                    Bagi pihak luar, catatan ini juga bermanfaat untuk mengetahui persoalan yang pernah dibicarakan di dalam kelompok sehingga dapat membantu pihak luar dalam memberikan bimbingan selanjutnya.
                      Hasil pertemuan dicatat secara garis besar ataupun kesimpulan yang menurut anggota dianggap penting, tidak perlu semua kalimat/ perkataan yang disampaikan semua peserta dicatat sebagai hasil pertemuan.
                       
                        4).    Buku Kegiatan Kelompok
                                    Buku kegiatan kelompok adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok, misalnya rencana kegiatan kelompok, catatan pelaksanaan kegiatan, hasil monitoring dan evaluasi kegiatan kelompok, dan sebagainya.
                        Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang dimiliki.
                       
5).    Buku Produktivitas dan Hasil Produksi
Buku produktivitas dan hasil produksi adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala hasil tingkat produktivitas panenan dan produksi usahatani seluruh komoditi yang diusahakan para petani yang dilaksanakan di wilayah kelompok tersebut, misalnya produktivitas dan produksi usahatani padi sawah, palawija, hortikultura maupun komoditi peternakan.
                  Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman tentang grafik fluktuasi tingkat produktivitas dan produksi berbagai komoditi dari musim ke musim.
6).    Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar
Buku agenda surat masuk dan surat keluar  adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang surat-surat yang dibuat kelompok untuk para anggota maupun pihak luar serta surat-surat yang diterima kelompok dari pihak-pihak luar yang pernah dikirim ke kelompok.

7).    Buku Ekspedisi
Buku ekspedisi adalah dokumen tertulis yang memuat tentang bukti pengiriman dokumen seperti surat maupun dokumen/ barang lainnya yang dikirim kepada para anggota maupun kepada pihak-pihak luar.

8).    Buku Kepemilikan Sarana/ Prasarana Anggota
Buku kepemilikan sarana/ prasarana anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis-jenis sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki anggota kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang memiliki alat-alat dan mesin pertanian sehingga dapat direkapitulasi jumlah saana dan prasarana pertanian di kelompok tersebut.

9).    Buku Luas Lahan Garapan
Buku luas lahan garapan dan usahatani anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang luasan areal lahan garapan anggota kelompok berupa lahan darat pekarangan, tegalan, kebun serta jenis-jenis usahatani yang dijalankan para anggota .
Buku ini berguna untuk mengetahui luasan areal garapan dan jenis usahatani anggota sehingga kelompok dapat mengklasifikasi anggotanya berdasarkan jenis usahatani para anggota.

10).  Buku Pengurus
Buku pengurus adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap petani yang menjadi pengurus kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama pengurus di setiap periode kepengurusan yang disepakati.

11). Buku Daftar Hadir
Buku daftar hadir adalah dokumen tertulis yang berisi kehadiran setiap ibu-ibu tani maupun wanita tani yang menjadi anggota kelompok dalam setiap kali kelompok mengadakan kegiatan.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang menghadiri berbagai kegiatan kelompok.

3.2      Administrasi Keuangan

1).    Buku Kas
Buku kas adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok yang menyangkut keluar masuknya keuangan kelompok.
Biasanya format buku berisikan tentang tanggal dan bulan pelaksanaan, nomor bukti kas, uraian penerimaan maupun pengeluaran uang dan saldo kas.

2).    Buku Iuran Anggota
Buku iuran anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya iuran dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah anggota kelompok. Iuran anggota adalah penting artinya bagi kelangsungan organisasi Kelompok Wanita Tani karena dapat digunakan untuk membiayai semua kegiatan kelompok.

3).    Buku Tabungan Anggota
Buku tabungan anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya tabungan dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah serta kesanggupan anggota kelompok untuk menyisihkan sebagian hasil usahataninya sebagai tabungan anggota yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Tabungan anggota dapat berupa tabungan lebaran atau yang diperuntukan bagi keperluan anak sekolah.

4).    Buku Inventaris
Buku inventaris adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis barang, sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki kelompok baik yang berasal dari pembelian yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani maupun dari bantuan pemerintah.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki oleh Kelompok Wanita Tani.

5).    Buku Penjualan
Buku penjualan  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan penjualan hasil produksi usahatani yang dihasilkan Kelompok Wanita Tani yang dilaksanakan oleh anggota kelompok.
Buku penjualan akan bermanfaat untuk mengetahui perkembangan penjualan hasil produksi usahatani, termasuk perkembangan harga jual tiap-tiap komoditi usahatani yang dijual.

6).    Buku Pembelian
Buku pembelin  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan pengeluaran uang yang dipergunakan untuk membeli barang berupa alat dan mesin pertanian serta bahan baku usahatani berupa sarana prduksi pertanian seperti pupuk, pestisida dsb.

IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Sebuah organisasi Kelompok Wanita Tani yang kuat dan maju sudah sepatutnya mempunyai administrasi kelompok yang baik dan benar untuk menunjang semua aktivitas yang dilakukan kelompok tersebut. Perangkat kelengkapan administrasi Kelompok Wanita Tani yang semestinya dibuat, digunakan dan dimiliki Kelompok Wanita Tani diantaranya adalah :

4.1.1                Administrasi Kegiatan
1).        Buku Induk Anggota
2).        Buku Kegiatan Kelompok
3).        Buku Tamu
4).        Buku Notulen Rapat
5).        Buku Produktivitas dan Hasil Produksi
6).        Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar
7).        Buku Ekspedisi
8).        Buku Kepemilikan Sarana/ Prasarana Anggota
9).        Buku Luas Lahan Garapan
10).      Buku Pengurus
11).      Buku Daftar Hadir

4.1.2                Administrasi Keuangan
1).        Buku Kas
2).        Buku Iuran Anggota
3).        Buku Tabungan Anggota
4).        Buku Inventaris
5).        Buku Penjualan
6).        Buku Pembelian

4.1.3                Perangkat Kelengkapan Administrasi Lainnya
1).        Sekretariat Kelompok Wanita Tani
2).        Papan Nama (Plank) Kelompok Wanita Tani
3).        Stempel Kelompok Wanita Tani
4).        Arsip Surat Masuk dan Surat Keluar
5).        Arsip Dokumen Berita Acara Pembentukan Kelompok Wanita Tani
6).        Arsip Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani
7).        Arsip Dokumen Berita Acara Benah Kelompok Wanita Tani
8).        Rencana Kerja Kelompok atau Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK)
9).        Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
10).      Rencana Usaha Anggota (RUA)
11).      Arsip Dokumen Biodata Anggota Kelompok Wanita Tani
12).      Dokumen berupa papan data (Monografi) Kelompok Wanita Tani
13).      Peta Wilayah Kelompok Wanita Tani

4.2 Saran-saran
Karena dalam melaksanakan administrasi memerlukan biaya, keterampilan maupun kemauan pengurus Kelompok Wanita Tani, ada beberapa saran sebagai beriktut :
1).        Secara periodik perlu dilaksanakan kegiatan berupa kursus kilat administrasi Kelompok Wanita Tani bagi pengurus Kelompok Wanita Tani
2).        Memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di lingkungan Kelompok Wanita Tani
3).        Bimbingan para Penyuluh Pertanian kepada Kelompok Wanita Tani secara berkala
4).    Perlombaan administrasi kelompok perlu dilaksanakan untuk memacu pelaksanaan administrasi  Kelompok Wanita Tani


WARTA BPP : RAPAT KOORDINATOR BPP DI BKP3M KABUPATEN TANGERANG

Hari ini Kamis, 29 Maret 2012 telah dilaksanakan Rapat Koordinator BPP di BKP3M Kabupaten Tangerang, dihadiri para koordinator dan programer BPP se Kabupaten Tangerang, para Kabid dan Kasubid BKP3M, dan dari BPTP Provinsi Banten,  yang peserta  seluruhnya sebanyak 27 orang.
Acara dibuka oleh Kabid Penyuluhan, Hj. Erni Irianti, dengan penjelasan dan pengarahan aktivitas kegiatan di BKP3M Kab.Tangerang.

    Hj. Erni, Hery Wibowo dan Yani saat menutup acara
(Foto Dok.cv_Sarag@yahoo.com)
Pembahasan Materi :
1. Suhardjo Cr, SP (Koordinator KJF - BKP3M Kab.Tangerang)
Kegiatan hasil Pertemuan SL di Semarang Jawa Tengah. Selanjutnya dalam paparannya beliau menegaskan bahwa di BPP harus terpampang data potensi wilayah.
2. H.Tatan Rustandi, SP (KJF - BKP3M Kab.Tangerang)
Memaparkan pedoman penyusunan Programa penyuluhan Pertanian berdasarkan Permentan nomor 25 tahun 2009.
3. Hj.Sri Handayani, SP (KJF - BKP3M Kab.Tangerang)
Memberikan hasil temuan evaluasi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian BPP se Kabupaten Tangerang.
4. Yono Haryono, SP (Koordinator BPP Kaliasin)
Menjelaskan tentang Cyber Extension di BPP Kaliasin. Cara mengakses Cyber extension, tentang Materi Spesifik Lokasi dan Gerbang Daerah. Materi yang sudah di upload diantaranya adalah :
- Materi Spesifik Lokasi : Dodol Lapis Khas Tangerang
- Gerbang Daerah : Temu Lapang/ Sarasehan panen Padi Varietas Bestari, Pelatihan PRA, RDK/ RDKK, Kursus tani, Launching LKMA di Pasirgintung, dll.
5. Dadang, SP (Programer BPP Sepatan - Alimni  Diklat Dasar PPA)
Menjelaskan hasil Diklat dasar Penyuluh Pertanian Ahli di BBPP Lembang. Menitik beratkan pada penyusunan Programa tingkat Desa harus disusun bulan September, Programa Kecamatan/ BPP bulan Oktober, Programa Kabupaten bulan Nopember, dan tingkat Provinsi/ Pusat bulan Desember.
6. Zuraida Yusrak (BPTP Banten)
Pembagian benih Display per kecamatan se Kabutaten Tangerang.

Selasa, 27 Maret 2012

WARTA BPP : KEGIATAN TEMU LAPANG/ SARASEHAN PANEN PADI UNGGUL VARIETAS BESTARI DI KELOMPOK TANI DEWI SRI DESA MERAK KEC.SUKAMULYA KAB.TANGERANG


Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah benih unggul ini dapat diatasi dengan terciptanya varietas unggul benih benih terbaru dengan keunggulan masing-masing. Dari pemerintah pihak yang berwenang dalam melahirkan benih-benih unggul ini adalah Kementrian Pertanian. Benih-benih unggul yang telah di hasilkan antara lain : IR64, Ciherang, Situpatenggang,Inpari 1-13, Inpara dll
Panen Perdana Varietas Bestari bersama Pejabat BATAN
(Foto Dok. BPP Kaliasin 2011)
 
BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) melalui Litbangnya di bidang Pertanian telah melahirkan varietas-varietas padi sawah unggul. Itu artinya BATAN telah memberikan kontribusi yang nyata dan memberikan manfaat bagi pemberdayaan masyarakat khususnya petani. Adapun varietas-varietas unggul padi yang telah dihasilkan BATAN dan sudah mendapat sertifikat dari Kementan
adalah sebagai berikut, Atomita 1,2,3,4, Cilosari, Situ Gintung, Danau Atas, Merauke, Winongo, Kahayan, DIah Suci, Mayang, Yuwono, Mira-1, Mira-2, Inpari Sidenuk, Bestari,  Pandan Putri, dll
Untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para petani atas benih unggul yang  telah dihasilkan, salah satu cara yang dilakukan pihak BATAN adalah melakukanDemfarm.
Untuk mengenal varietas bestari ini, ada beberapa ciri yang bisa disampaikan adalah umurnya 113-120 hari, potensi hasil 9,42 ton/ha GKP, rasa nasi pulen, tahan terhadap hama dan penyakit.
Merupakan suatu kehormatan bagi kami, kegiatan Demfarm dilakukan di Kelompok Tani Dewi Sri Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang. Kegiatan Dem farm ini meliputi 15 hektar. Sebagai sarana penunjang, para petani mendapatkan benih unggul Bestari sebesar 30 kg per hektar beserta saprodi lainnya.
Kegiatan Demfarm ini diawali dengan penanaman pertama tanggal 18 Agustus dan di panen pada tanggal 8 Desember 2011. Tetapi sebelumnya pada tanggal 7 Desember dilakukan ubinan. Ubinan dilakukan dengan 2 sampel.
Acara panen ini akan dikemas dalam bentuk Temu Lapang/ Sarasehan dengan pihak-pihak yang terkait dengan bidang pertanian dengan susunan kepanitiaan sbb :
Penanggungjawab : Koordinator BPP Kaliasin, Penasehat : Ukadi, S SKP dan Nuryadi (Kades Merak), Ketua : Norman Saksono Adi, SP, Sekertaris : Iman Maryono, Bendahara : Avi Danarti, SP, Seksi Perlengkapan           : Suhari, Supriyatno, Suhayar, SP, Nana S, SP, Seksi Keamanan : Samsudin, Seksi Penerima Tamu : Avi Danarti, SP, Suherman, Seksi Konsumsi : Dedih, Ahmad Ruhli, H. Sopandi, Seksi Parkir  : Dedi Tarmuji, S.Pt
Peserta Kegiatan  Temu Lapang / Saresehan Panen Padi Sawah Varietas Unggul Bestari di Kelompok Tani Dewi Sri Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang ini terdiri dari Peserta Petani dan Undangan dengan sasaran sebanyak 150 orang.
Dalam pelaksanaannya kegiatan Demfarm ini dimulai pada bulan Agustus, dimana pada bulan tersebut sedang terjadi kemarau yang panjang di wilayah Demfarm. Untuk selanjutnya, kami selaku panitia akan menjelaskan kendala-kendala di lapangan yang terjadi sebelumnya.
Pertama, pembibitan dan penanaman benih unggul Bestari dilaksanakan sewaktu musim kemarau panjang bulan Agustus-September 2011. Pada saat itu jelas, para petani mengalami kesulitan air sehingga penaman Demfarm ini tak serempak. Makanya dapat kita saksikan ada tanaman yang menguning dan ada yang belum. Selanjutnya hanya hamparan ini saja yang menanamnya waktu itu. Jelas ini akan membawa dampak dikemudian hari. Salah satunya serangan hama cukup tinggi.
Kedua, adanya hama penggerek batang yang cukup mengkhawatirkan pada padi muda, tapi Alhamdulillah dengan adanya penyuluhan dari pihak PPL hama ini bisa diatasi.
Ketiga, Adanya hama kungkang (walang sangit) yang cukup tinggi. Ini dapat dilihat secara fisik dan bisa juga dilihat dari banyaknya gabah hampa yang cukup tinggi yang mencapai 27%.
Keempat, Adanya hama tikus dan burung. Mengapa hama yang menyerang ini cukup tinggi? Sebab selain pengaruh iklim, hanya hamparan ini saja yang hampir panen sehingga hama-hama seperti penggerek batang, walang sangit, tikus dan burung berimigrasi ke hamparan ini. Tapi Alhamdulillah, seperti yang kita saksikan bersama panen yang kita harapkan bersama bisa dihasilkan.
Adapun hasil ubinan yang telah dilakukan pada lokasi Demfarm Varietas Bestari, ubinan pertama menghasilkan 6,58 Ton/Ha dan ubinan ke-2 menghasilkan 6,92 Ton/Ha, sehingga rata-rata ubinan adalah 6,75 ton/ha. Sedangkan pembanding varietas Ciherang rata-rata 6,20 ton/ha.
Penulis : Yono Haryono (Koordinator - BPP.Kaliasin)

TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI : Membuat Ubi Jalar Jumbo, kreasi H.Ukadi - Programer BPP.Kaliasin Kabupaten Tangerang


Pendahuluan
      Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas. Poir) merupakan salah satu tanaman yang cukup penting di Indonesia, baik sebagai makanan pokok alternatif di musim paceklik maupun sebagai makanan tambahan dalam rangka diversifikasi makanan, sehingga cukup penting peranannya dalam ketahanan pangan masyarakat. Hampir seluruh bagian dari ubi jalar dapat dimanfaatkan yaitu :
(a) Daun: sebagai lalap sayuran maupun untuk pakan ternak,
(b) Batang: bahan tanam, pakan ternak,
(c) Kulit ubi: pakan ternak,
(d) Ubi segar: bahan makanan,
(e) Tepung ubi jalar: bahan makanan,
( f) Pati ubi jalar : fermentasi, pakan ternak, asam sitrat.
Budidaya tanaman
1.    Penyiapan bibit tanaman
-          Bibit stek dipilih dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya
-          Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit, pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi hari

2.     Pengolahan tanah
-          Tanah diolah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar, dengan kedalaman 25-30 cm
-          Tanah dibiarkan kering selama minimal 7-10 hari
-          Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 30 cm, tinggi 20 cm, jarak antar guludan 75 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan

3.     Penyiapan lubang tanam
-           Siapkan pupuk kandang dari kotoran ayam (sebaiknya ayam petelur) yang sudah matang (sudah dibuat bokashi)
-          Pada dasar lubang tanam diberikan pupuk NPK Phonska sebanyak 1 sendok makan/ lubang tanam terlebih dahulu
-          Di atasnya baru diberikan pupuk kandang bokashi tersebut sebanyak 1 ember (± 5 kg)
-          Pupuk tersebut kemudian di aduk rata serta di tambahkan tanah halus yang sudah matang
-          Stek bibit siap ditanam secara mendatar dengan sudut kemiringan ± 50o

4.     Pemeliharaan
-           Tanaman yang telah berumur 1,5 – 2 bulan digali kembali untuk memeriksa keadaan umbi, jika sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa maka umbi sudah dapat diberikan perlakuan
-          Umbi tersebut dilukai kulit luarnya dengan cara di sayat dari atas ke bawah sebanyak 4 bagian, dengan memperhatikan jangan sampai ada akar yang terputus
-          Setelah itu umbi ditutup kembali dengan tanah (dibumbun)
-          Pembalikan batang tanaman perlu dilakukan agar tidak tumbuh akar baru
5.    Panen
Panen dapat dilakukan pada saat umur tanaman 4 - 4,5 bulan. Dengan perlakuan tersebut, dapat menghasilkan umbi Ubi Jalar Jumbo seberat 4 - 4,5 kg/ pohon (2 umbi)

Tips :
Sebelum dikonsumsi, sebaiknya ubi jalar tersebut didiamkan dahulu selama 5 hari untuk mendapatkan rasa yang lebih manis dan legit

Ditulis oleh : Avi Danarti, SP (Sumber dari : H.Ukadi, S.PKP – Programer BPP Kaliasin)

WARTA BPP : BENAH KELOMPOK TANI DENGKUL JAYA DESA CANGKUDU KEC. BALARAJA KABUPATEN TANGERANG


Pada hari Jumat tanggal Tiga Puluh bulan Desember tahun Dua ribu sebelas, bertempat di Kampung Ciapus Desa Cangkudu Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang telah dilaksanakan kegiatan benah kelompok tani. Kegiatan tersebut di hadiri oleh Pelaksana Teknis, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Balaraja, pengurus kelompok serta anggota kelompok tani sebanyak 23 Orang.
Acara yg dilaksakan dalam ruangan tertutup dengan suasana kekeluargaan tersebut di awali dengan pemaparan informasi tentang pengertian kelompok tani, beserta tujuan dan fungsinya. Selain itu juga terjadi dialog yang berkenaan dengan masalah yang sering  terjadi di lapangan, baik itu teknis budidaya padi sawah, gangguan OPT, pengairan, hingga sarana dan prasarana yang kurang memadai.
 Benah kelompok tani dilaksanakan untuk memilih pengurus kelompok tani yang baru karena periode kepengurusan yang lama telah berakhir. Dalam proses pemilihan pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, seksi Saprodi (Sarana Produksi Pertanian) dan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) dipandu oleh penyuluh setempat. Para pengurus lama yang tidak terpilihpun dengan berbesar hati melimpahkan tanggungjawab tersebut kepada para pengurus baru yang terpilih dengan cara musyawarah dan mufakat. 
Berikut susunan pengurus kelompok tani Dengkul Jaya Desa Cangkudu Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Periode 2011 – 2014:
Ketua                         : Mudin
Sekretaris                 : Ahmad Munir
Bendahara                : A. Nawawi
Seksi Saprodi           : Nurhadi
Seksi Alsintan          :  Hasan Baesudi
Diakhir acara benah kelompok tani ini, seluruh yang hadir member ucapan selamat kepada para pengurus yang terpilih.
Created by : Avi Danarti – THL TBPP Kec. Balaraja, Wilbin Balaraja, BPP Kaliasin