Selasa, 27 Maret 2012

WARTA BPP : KEGIATAN TEMU LAPANG/ SARASEHAN PANEN PADI UNGGUL VARIETAS BESTARI DI KELOMPOK TANI DEWI SRI DESA MERAK KEC.SUKAMULYA KAB.TANGERANG


Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah benih unggul ini dapat diatasi dengan terciptanya varietas unggul benih benih terbaru dengan keunggulan masing-masing. Dari pemerintah pihak yang berwenang dalam melahirkan benih-benih unggul ini adalah Kementrian Pertanian. Benih-benih unggul yang telah di hasilkan antara lain : IR64, Ciherang, Situpatenggang,Inpari 1-13, Inpara dll
Panen Perdana Varietas Bestari bersama Pejabat BATAN
(Foto Dok. BPP Kaliasin 2011)
 
BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) melalui Litbangnya di bidang Pertanian telah melahirkan varietas-varietas padi sawah unggul. Itu artinya BATAN telah memberikan kontribusi yang nyata dan memberikan manfaat bagi pemberdayaan masyarakat khususnya petani. Adapun varietas-varietas unggul padi yang telah dihasilkan BATAN dan sudah mendapat sertifikat dari Kementan
adalah sebagai berikut, Atomita 1,2,3,4, Cilosari, Situ Gintung, Danau Atas, Merauke, Winongo, Kahayan, DIah Suci, Mayang, Yuwono, Mira-1, Mira-2, Inpari Sidenuk, Bestari,  Pandan Putri, dll
Untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para petani atas benih unggul yang  telah dihasilkan, salah satu cara yang dilakukan pihak BATAN adalah melakukanDemfarm.
Untuk mengenal varietas bestari ini, ada beberapa ciri yang bisa disampaikan adalah umurnya 113-120 hari, potensi hasil 9,42 ton/ha GKP, rasa nasi pulen, tahan terhadap hama dan penyakit.
Merupakan suatu kehormatan bagi kami, kegiatan Demfarm dilakukan di Kelompok Tani Dewi Sri Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang. Kegiatan Dem farm ini meliputi 15 hektar. Sebagai sarana penunjang, para petani mendapatkan benih unggul Bestari sebesar 30 kg per hektar beserta saprodi lainnya.
Kegiatan Demfarm ini diawali dengan penanaman pertama tanggal 18 Agustus dan di panen pada tanggal 8 Desember 2011. Tetapi sebelumnya pada tanggal 7 Desember dilakukan ubinan. Ubinan dilakukan dengan 2 sampel.
Acara panen ini akan dikemas dalam bentuk Temu Lapang/ Sarasehan dengan pihak-pihak yang terkait dengan bidang pertanian dengan susunan kepanitiaan sbb :
Penanggungjawab : Koordinator BPP Kaliasin, Penasehat : Ukadi, S SKP dan Nuryadi (Kades Merak), Ketua : Norman Saksono Adi, SP, Sekertaris : Iman Maryono, Bendahara : Avi Danarti, SP, Seksi Perlengkapan           : Suhari, Supriyatno, Suhayar, SP, Nana S, SP, Seksi Keamanan : Samsudin, Seksi Penerima Tamu : Avi Danarti, SP, Suherman, Seksi Konsumsi : Dedih, Ahmad Ruhli, H. Sopandi, Seksi Parkir  : Dedi Tarmuji, S.Pt
Peserta Kegiatan  Temu Lapang / Saresehan Panen Padi Sawah Varietas Unggul Bestari di Kelompok Tani Dewi Sri Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang ini terdiri dari Peserta Petani dan Undangan dengan sasaran sebanyak 150 orang.
Dalam pelaksanaannya kegiatan Demfarm ini dimulai pada bulan Agustus, dimana pada bulan tersebut sedang terjadi kemarau yang panjang di wilayah Demfarm. Untuk selanjutnya, kami selaku panitia akan menjelaskan kendala-kendala di lapangan yang terjadi sebelumnya.
Pertama, pembibitan dan penanaman benih unggul Bestari dilaksanakan sewaktu musim kemarau panjang bulan Agustus-September 2011. Pada saat itu jelas, para petani mengalami kesulitan air sehingga penaman Demfarm ini tak serempak. Makanya dapat kita saksikan ada tanaman yang menguning dan ada yang belum. Selanjutnya hanya hamparan ini saja yang menanamnya waktu itu. Jelas ini akan membawa dampak dikemudian hari. Salah satunya serangan hama cukup tinggi.
Kedua, adanya hama penggerek batang yang cukup mengkhawatirkan pada padi muda, tapi Alhamdulillah dengan adanya penyuluhan dari pihak PPL hama ini bisa diatasi.
Ketiga, Adanya hama kungkang (walang sangit) yang cukup tinggi. Ini dapat dilihat secara fisik dan bisa juga dilihat dari banyaknya gabah hampa yang cukup tinggi yang mencapai 27%.
Keempat, Adanya hama tikus dan burung. Mengapa hama yang menyerang ini cukup tinggi? Sebab selain pengaruh iklim, hanya hamparan ini saja yang hampir panen sehingga hama-hama seperti penggerek batang, walang sangit, tikus dan burung berimigrasi ke hamparan ini. Tapi Alhamdulillah, seperti yang kita saksikan bersama panen yang kita harapkan bersama bisa dihasilkan.
Adapun hasil ubinan yang telah dilakukan pada lokasi Demfarm Varietas Bestari, ubinan pertama menghasilkan 6,58 Ton/Ha dan ubinan ke-2 menghasilkan 6,92 Ton/Ha, sehingga rata-rata ubinan adalah 6,75 ton/ha. Sedangkan pembanding varietas Ciherang rata-rata 6,20 ton/ha.
Penulis : Yono Haryono (Koordinator - BPP.Kaliasin)

TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI : Membuat Ubi Jalar Jumbo, kreasi H.Ukadi - Programer BPP.Kaliasin Kabupaten Tangerang


Pendahuluan
      Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas. Poir) merupakan salah satu tanaman yang cukup penting di Indonesia, baik sebagai makanan pokok alternatif di musim paceklik maupun sebagai makanan tambahan dalam rangka diversifikasi makanan, sehingga cukup penting peranannya dalam ketahanan pangan masyarakat. Hampir seluruh bagian dari ubi jalar dapat dimanfaatkan yaitu :
(a) Daun: sebagai lalap sayuran maupun untuk pakan ternak,
(b) Batang: bahan tanam, pakan ternak,
(c) Kulit ubi: pakan ternak,
(d) Ubi segar: bahan makanan,
(e) Tepung ubi jalar: bahan makanan,
( f) Pati ubi jalar : fermentasi, pakan ternak, asam sitrat.
Budidaya tanaman
1.    Penyiapan bibit tanaman
-          Bibit stek dipilih dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya
-          Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit, pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi hari

2.     Pengolahan tanah
-          Tanah diolah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar, dengan kedalaman 25-30 cm
-          Tanah dibiarkan kering selama minimal 7-10 hari
-          Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 30 cm, tinggi 20 cm, jarak antar guludan 75 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan

3.     Penyiapan lubang tanam
-           Siapkan pupuk kandang dari kotoran ayam (sebaiknya ayam petelur) yang sudah matang (sudah dibuat bokashi)
-          Pada dasar lubang tanam diberikan pupuk NPK Phonska sebanyak 1 sendok makan/ lubang tanam terlebih dahulu
-          Di atasnya baru diberikan pupuk kandang bokashi tersebut sebanyak 1 ember (± 5 kg)
-          Pupuk tersebut kemudian di aduk rata serta di tambahkan tanah halus yang sudah matang
-          Stek bibit siap ditanam secara mendatar dengan sudut kemiringan ± 50o

4.     Pemeliharaan
-           Tanaman yang telah berumur 1,5 – 2 bulan digali kembali untuk memeriksa keadaan umbi, jika sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa maka umbi sudah dapat diberikan perlakuan
-          Umbi tersebut dilukai kulit luarnya dengan cara di sayat dari atas ke bawah sebanyak 4 bagian, dengan memperhatikan jangan sampai ada akar yang terputus
-          Setelah itu umbi ditutup kembali dengan tanah (dibumbun)
-          Pembalikan batang tanaman perlu dilakukan agar tidak tumbuh akar baru
5.    Panen
Panen dapat dilakukan pada saat umur tanaman 4 - 4,5 bulan. Dengan perlakuan tersebut, dapat menghasilkan umbi Ubi Jalar Jumbo seberat 4 - 4,5 kg/ pohon (2 umbi)

Tips :
Sebelum dikonsumsi, sebaiknya ubi jalar tersebut didiamkan dahulu selama 5 hari untuk mendapatkan rasa yang lebih manis dan legit

Ditulis oleh : Avi Danarti, SP (Sumber dari : H.Ukadi, S.PKP – Programer BPP Kaliasin)

WARTA BPP : BENAH KELOMPOK TANI DENGKUL JAYA DESA CANGKUDU KEC. BALARAJA KABUPATEN TANGERANG


Pada hari Jumat tanggal Tiga Puluh bulan Desember tahun Dua ribu sebelas, bertempat di Kampung Ciapus Desa Cangkudu Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang telah dilaksanakan kegiatan benah kelompok tani. Kegiatan tersebut di hadiri oleh Pelaksana Teknis, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Balaraja, pengurus kelompok serta anggota kelompok tani sebanyak 23 Orang.
Acara yg dilaksakan dalam ruangan tertutup dengan suasana kekeluargaan tersebut di awali dengan pemaparan informasi tentang pengertian kelompok tani, beserta tujuan dan fungsinya. Selain itu juga terjadi dialog yang berkenaan dengan masalah yang sering  terjadi di lapangan, baik itu teknis budidaya padi sawah, gangguan OPT, pengairan, hingga sarana dan prasarana yang kurang memadai.
 Benah kelompok tani dilaksanakan untuk memilih pengurus kelompok tani yang baru karena periode kepengurusan yang lama telah berakhir. Dalam proses pemilihan pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, seksi Saprodi (Sarana Produksi Pertanian) dan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) dipandu oleh penyuluh setempat. Para pengurus lama yang tidak terpilihpun dengan berbesar hati melimpahkan tanggungjawab tersebut kepada para pengurus baru yang terpilih dengan cara musyawarah dan mufakat. 
Berikut susunan pengurus kelompok tani Dengkul Jaya Desa Cangkudu Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Periode 2011 – 2014:
Ketua                         : Mudin
Sekretaris                 : Ahmad Munir
Bendahara                : A. Nawawi
Seksi Saprodi           : Nurhadi
Seksi Alsintan          :  Hasan Baesudi
Diakhir acara benah kelompok tani ini, seluruh yang hadir member ucapan selamat kepada para pengurus yang terpilih.
Created by : Avi Danarti – THL TBPP Kec. Balaraja, Wilbin Balaraja, BPP Kaliasin

WARTA BPP : BPP MODEL KAB.TANGERANG TAHUN 2011, MELAKSANAKAN KEGIATAN KURSUS TANI DI KELOMPOK TANI SUKAMANTRI DESA GEMBONG KEC.BALARAJA


PENDAHULUAN
Dalam rangka pelaksanaan pengembangan BPP Model di Kabupaten Tangerang perlu dilakukan Kursus  Tani untuk menambah pengetahuan, sikap dan keterampilan para petani dalam upaya membantu para petani dan keluarganya di pedesaan sehingga mampu meningkatkan produktivitas usahataninya, serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.
Ditingkat lapangan, pelaksanaan Kursus Tani akan dilaksanakan pada satu Kelompok Tani yakni di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, hal ini dimaksudkan agar dalam prakteknya mengelola budidaya (on-farm) padi sawah khususnya dapat saling berinteraksi dalam penerapannya. Adapun materi yang akan dibahas adalah materi yang berkaitan dengan budidaya padi sawah, mulai dari pengolahan tanah sampai dengan panen dan pasca panennya.
Untuk melaksanakan  pengembangan BPP Model di BPP Kaliasin Kabupaten Tangerang Tahun 2011 maka telah laksanakan kegiatan Kursus Tani bagi para petani.

TUJUAN DAN SASARAN
a.     Tujuan
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Kursus Tani  ini adalah :
a.      Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta
b.      Peserta mampu melaksanakan menerapkan teknis berusahatani lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas usahatani padi sawa

b.                  Sasaran
               Sasaran  pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan Kursus Tani di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang dengan peserta sebanyak 20 orang selama 5 (lima) hari.

 Foto Dok.BPP Kaliasin (2011)
PESERTA
Peserta kegiatan Kursus Tani ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari para pengurus dan anggota Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, yaitu :
NO
NAMA
JABATAN
ALAMAT
1
Ahmad
Ketua
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
2
Bakri
Sekretaris
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
3
Mustopa
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
4
Enci
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
5
Ansori
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
6
H.Abung Samsuri
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
7
H.Ubad
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
8
Arsim
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
9
Saman
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
10
Muktar
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
11
Soleman
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
12
Uje Djenudin
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
13
Agus
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
14
Sabar
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
15
Hamim
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
16
M. Emu
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
17
Kipong
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
18
Aspai
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
19
Kacang
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja
20
Jaya
Anggota
Kp.Sukamantri Desa Gembong Kec.Balaraja


WAKTU  DAN TEMPAT
a.      Waktu
Kegiatan Kursus Tani ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, mulai tanggal 19 sampai dengan 23 September 2011

b.      Tempat
Kegiatan Kursus Tani ini dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang.


MATERI KURSUS TANI
Materi  Kursus Tani  ini ditetapkan sebagai berikut :

NO
MATERI
WAKTU
1
Pengolahan Tanah Sawah
4 Jam
2
Perbenihan Padi Sawah
4 Jam
3
Sistem Tanam Padi Sawah Cara Legowo
4 Jam
4
Pengairan Berselang
4 Jam
5
Teknis Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
4 Jam
6
Panen dan Pasca Panen Padi Sawah
4 Jam
7
Pola Tanam Lahan Sawah
4 Jam
8
Pembinaan Kelompok Tani
4 Jam
9
Dinamika Kelompok Tani
4 Jam
10
Administrasi Kelompok Tani
4 Jam


PENGAJAR
Pengajar kegiatan Kursus Tani  ini adalah para Penyuluh Pertanian di Kelompok Jafung BKP3M Kabupaten Tangerang dan BPP Kaliasin, yaitu :
NO
NAMA
JABATAN
1
Suharjo Cr, SP
Koordinator Jafung BKP3M
2
Hj.Sri Handayani, SP
Jafung BKP3M
3
Ahmad Safrudin Noor, SP
Jafung BKP3M
4
H.Iri Sugiri W, S.PKP
Jafung BKP3M
5
Yono Haryono, SP
Koordinator BPP Kaliasin
6
Suhayar, SP
Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin
7
H.Sopandi
Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin
8
Nana Sujana, SP
Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin

KURIKULUM
            Kegiatan Kursus Tani  ini diselenggarakan dengan kurikulum sebagai berikut :
HARI/ TANGGAL
WAKTU
MATERI
PENGAJAR
MODERATOR
Senin,               19-09-2011
09.00-12.00
Pengarahan/ Sambutan (Pembukaan )
Pengelola Kegiatan
Ajeng M, SP


12.00-13.00
I S H O M A
-
Panitia


13.00-16.00
Pengolahan Tanah Sawah
Suhardjo Cr, SP
Dedi T, S.Pt
Selasa,            20-09-2011
09.00-12.00
Perbenihan Padi Sawah
H.Iri S, S.PKP
Norman, SP


12.00-13.00
I S H O M A
-
Panitia


13.00-16.00
Sistem Tanam Padi Sawah Cara Legowo
Hj.Sri H, SP
Dedih
Rabu,                                     21-09-2011
09.00-12.00
Pengairan Berselang
Suhayar, SP
Iman Mulyono


12.00-13.00
I S H O M A
-
Panitia


13.00-16.00
Teknis Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
H.Sopandi
Samsudin
Kamis,                             22-09-2011
09.00-12.00
Panen dan Pasca Panen Padi Sawah
Nana S, SP
A.Ruhli


12.00-13.00
I S H O M A
-
Panitia


13.00-16.00
Administrasi Kelompok Tani
Yono H, SP
H.Sopandi
Jum’at,                 23-09-2011
08.30-11.30
Dinamika Kelompok Tani
Ahmad SN, SP
Suhayar,  SP


11.30-13.15
I S H O M A
-
Panitia


13.15-16.15
Pengarahan/ Sambutan (Penutupan)
Pengelola Kegiatan
Ajeng M, SP

PENYELENGGARA
Kegiatan Kursus Tani  ini diselenggarakan oleh suatu Panitia Penyelenggara sebagai berikut :
Pengelola Kegiatan : Yono Haryono, SP,  Hasanudin Syair, Ajeng Maharani, S.TP, H.Sopandi, Suhayar, SP

ANGGARAN BIAYA
Anggaran biaya pelaksanaan kegiatan Kursus Tani ini sebesar Rp. 13.300.000,- (Tiga belas juta tiga ratus ribu rupiah) dengan perincian sebagai berikut :
JENIS KEGIATAN/                                   RINCIAN BELANJA
VOLUME
HARGA SATUAN
JUMLAH
KURSUS TANI



a.   Belanja Bahan



   -ATK pelatihan
1 Paket
500.000
500.000
   -ATK/perlengkapan peserta
20 Paket
50.000
1.000.000
    -Bahan praktek
1 Paket
125.000
125.000
   -Penggandaan/ Foto copy  Materi
1 Paket
500.000
500.000
   -Konsumsi (20 Org X 5 Hari)
100 OH
25.000
2.500.000
b.   Biaya terkait Out Put



   -Honor Panitia penyelenggara
5 Orang
75.000
375.000
c.   Belanja barang non operasional



   -Uang saku peserta 20 X 5 Hari
100 OH
25.000
2.500.000
   -Transport Nara Sumber
8 OH
100.000
800.000
   -Transport  peserta
20 OH
50.000
1.000.000
d. Belanja Jasa Profesi



   -Honorarium Nara Sumber
40 OH
100.000
4.000.000
Jumlah
13.300.000

PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan Hari Pertama
a). Pembukaan Kursus Tani
Hari pertama senin tanggal 19 September 2011, diawali acara pembukaan Kegiatan Kursus Tani, mulai pukul 09.00-11.00. Acara disusun sebagai berikut :
·      Pembukaan
·      Laporan Panitia Penyelenggara
·     Sambutan dan Pengarahan Pengelola Kegiatan Pengembangan BPP Model Kabupaten Tangerang APBN Tahun 2011.
(Sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Kursus Tani)
·      Penutupan
Sebagai pembawa acara adalah Ajeng Maharani, S.TP – Penyuluh Pertanian BKP3M Kabupaten Tangerang. Laporan Panitia dibawakan oleh Yono Haryono, SP – Koordinator BPP Kaliasin, menyampaikan latar belaakang pelaksanaan kegiatan, waktu dan tempat kegiatan, kepanitiaan, nara sumber/ pengajar, materi, kurikulum sampai pembiayaan kegiatan. Sambutan dan pengarahan disampaikan oleh H.Tatan Rustandi, SP – Pengelola Kegiatan Pengembangan BPP Model Kabupaten Tangerang. Arahannya mengenai pembangunan pertanian pada umumnya serta kegiatan penyuluhan pertanian. Dilanjutkan dengan membuka secara resmi kegiatan Kursus Tani di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja ini.
Acara dilanjutkan dengan free test, mulai pukul 11.00-12.00 dengan menggunakan ballot box, dengan pertanyaan seputar budidaya padi sawah sebagai komoditi andalan para petani di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja.
b). Materi I (Pengolahan Tanah Sawah)
            Setelah masa Ishoma pukul 12.00-13.00, acara dilanjutkan dengan pembahasan materi. Pada materi pertama ini  dilaksanakan selama 4 jam pelajaran, mulai pukul 13.00-16.00. Tugas moderator diemban oleh Dedi Tarmuji, S.Pt - Penyuluh Pertanian THL-TBPP BPP Kaliasin.  Materi Pengolahan Tanah Sawah  ini disampaikan oleh nara sumber/ pengajar Suharjo Cr, SP - Penyuluh Pertanian Koordinator Kelompok Jafung BKP3M Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Pengolahan tanah sawah harus sesuai anjuran cara dan waktunya
·            Pengolahan tanah sawah harus diupayakan sempurna, tanah sawah benar-benar menjadi lumpur.
·            Pengolahan tanah sawah dilaksanakan dengan efisien dan efektif
Acara ditutup setelah terlebih dahulu dilaksanakan diskusi/ tanya jawab.
Hari Ke Dua
a). Materi II (Perbenihan Padi Sawah)
            Sedangkan materi ke dua dilaksanakan pada hari selasa tanggal 20 September 2011,  selama 4 jam pelajaran dimulai pada pukul 09.00-12.00. Moderator pada acara ini adalah Nurman Saksono Adi, SP - Penyuluh Pertanian THL-TBPP BPP Kaliasin.  Materi Perbenihan Padi Sawah  ini disampaikan oleh nara sumber/ pengajar H. Iri Sugiri W, S.PKP - Penyuluh Pertanian Kelompok Jafung BKP3M Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Petani harus menggunakan benih bermutu dan berlabel
·            Sebelum disemai petani diharapkan menguji terlebih dahulu
·            Menggunakan benih secara efisien sesuai dengan daya tumbuhnya
Penyampaian materi diselingi dengan praktek pemilihan benih dengan menggunakan air, garam, gabah dan telur.
Setelah acara diskusi/ tanya jawab, penyampaian materi ini ditutup.

b). Materi III (Sistem Tanam Padi Sawah Cara Legowo)
            Setelah waktu Ishoma, materi ke tiga ini dilaksanakan mulai pukul 13.00-16.00. Moderator yang bertugas adalah Dedih – Penyuluh Pertanian THL-TBPP BPP Kaliasin. Nara Sumber/ pengajar materi Sistem Tanam Padi Sawah Cara Legowo ini adalah Hj. Sri Handayani, SP – Penyuluh Pertanian Kelompok Jafung BKP3M Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Petani harus menggunakan penanaman satu-dua bibit per lubang
·            Gunakan bibit berumur kurang dari 21 hari
·      Gunakan penanaman legowo 2, 3 maupun 4Setelah acara diskusi/ Tanya jawab, pembahasan materi Sistem Tanam Padi Sawah Cara Legowo ini ditutup.
Hari Ke Tiga
a). Materi IV (Pengairan Berselang)
            Materi ke empat dilaksanakan pada hari rabu tanggal 21 September 2011,  selama 4 jam pelajaran dimulai pada pukul 09.00-12.00. Moderator pada acara ini adalah Iman Mulyono – POPT Acting BPP Kaliasin.  Materi Pengairan Berselang Padi Sawah  ini disampaikan oleh nara sumber/ pengajar Suhayar, SP  - Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Petani harus memahami bahwa tanaman padi bukanlah tanaman air, tetapi tanaman yang membutuhkan air
·            Pergunakan air sehemat mungkin, hanya pada saat tanaman padi benar-benar membutuhkannya.
       Penyampaian materi ini ditutup setelah dilaksanakan terlebih dahulu acara diskusi/ Tanya jawab.

b). Materi V (Teknis Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman)
            Setelah waktu Ishoma, materi ke lima ini dilaksanakan mulai pukul 13.00-16.00. Moderator yang bertugas adalah Samsudin – POPT Acting BPP Kaliasin. Nara Sumber/ pengajar materi Teknis Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ini adalah H. Sopandi – Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin  Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Petani harus memahami teknis pengamatan OPT
·            Petani harus memahami organisme pengganggu tanaman dan OPT
·            Diharapkan petani melaksanakan pengamatan OPT dengan interval setiap 10 hari sekali
       Acara penyampaian materi ini ditutup setelah dilaksanakan acara diskusi/ tanya jawab.
Hari Ke Empat
a). Materi VI (Panen dan Pasca Panen Padi Sawah)
            Materi ke enam dilaksanakan pada hari kamis tanggal 21 September 2011,  selama 4 jam pelajaran dimulai pada pukul 09.00-12.00. Moderator pada acara ini adalah Ahmad Ruhli – Penyuluh Pertanian THL TBPP BPP Kaliasin.  Materi Panen dan Pasca Panen Padi Sawah   ini disampaikan oleh nara sumber/ pengajar Nana Sujana, SP  - Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Petani harus memahami umur varietas padi sawah yang ditanamnya
·            Sebelum melaksanakan panen, petani harus mengamati panen untuk mengeringkan petakan sawah
·            Pelaksanaan panen harus menggunakan alat-alat yang sesuai anjuran, seperti arit bergerigi, wadah/ karung yang mulus
·            Dilakukan perontokkan dengan menggunakan alas dan alat yang dianjurkan seperti pedal trasher atau banting bertirai.
·            Dilakukan pembersihan dari kotoran
·            Dilakukan penjemuran hingga mencapai rendemen 14%
·            Dilakukan penyimpanan ditempat dan cara yang sesuai anjuran
Penyampaian materi ini ditutup setelah dilaksanakan terlebih dahulu acara diskusi/ tanya jawab.

b). Materi VII (Administrasi Kelompok Tani)
            Setelah waktu Ishoma, materi ke tujuh ini dilaksanakan mulai pukul 13.00-16.00. Moderator yang bertugas adalah H. Sopandi Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin. Nara Sumber/ pengajar materi Administrasi Kelompok Tani  ini adalah Yono Haryono, SP  –Penyuluh Pertanian Koordinator BPP Kaliasin  Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi ini antara lain :
·            Pengurus kelompok tani harus ada pembagian tugas
·            Masing-masing pengurus mempunyai kewajiban mengelola adminstrasinya masing-masing
Acara penyampaian materi Administrasi Kelompok Tani ini ditutup setelah dilaksanakan acara diskusi/ tanya jawab.
Hari Ke Lima
a). Materi VIII (Dinamika Kelompok)
            Materi ke enam dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 22 September 2011,  selama 4 jam pelajaran dimulai pada pukul 08.30-11.30. Moderator pada acara ini adalah Suhayar, SP  – Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin.  Materi Dinamika Kelompok   ini disampaikan oleh nara sumber/ pengajar Achmad Safrudin Noor, SP  - Penyuluh Pertanian Kelompok Jafung BKP3M Kabupaten Tangerang.
Kesimpulan dari pembahasan materi Dinamika Kelompok ini antara lain :
·            Petani harus memahami kewajiban dan haknya sebagai anggota Kelompok Tani
·            Harus menjalin kerjasama anggota secara dinamis untuk memajukan Kelompok Tani
·            Kelompok Tani yang dinamis selalu ingin tahu dan selalu mencari informasi yang dibutuhkan demi kemajuan Kelompok Taninya.
Penyampaian materi ini ditutup setelah dilaksanakan terlebih dahulu acara diskusi/ tanya jawab.

b). Penutupan Kursus Tani.
Sebelum acara penutupan Kursus Tani dilakukan  test akhir, mulai pukul 13.15-14.15 dengan menggunakan ballot box, dengan pertanyaan seputar budidaya padi sawah sebagai komoditi andalan para petani di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja yang telah dibahas dalam kegiatan Kursus Tani.
Acara penutupan Kegiatan Kursus Tani, mulai pukul 14.15 Acara disusun sebagai berikut:
·      Pembukaan
·      Laporan Panitia Penyelenggara
·      Sambutan dan Pengarahan Pengelola Kegiatan Pengembangan BPP Model Kabupaten Tangerang APBN Tahun 2011.
(Sekaligus menutup secara resmi Kegiatan Kursus Tani)
·      Penutupan (Do’a)
Sebagai pembawa acara adalah Ajeng Maharani, S.TP – Penyuluh Pertanian BKP3M Kabupaten Tangerang. Laporan Panitia dibawakan oleh H. Sopandi – Penyuluh Pertanian BPP Kaliasin, menyampaikan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kursus Tani. Sambutan dan pengarahan disampaikan oleh Yono Haryono, SP – Koordinator BPP Kaliasin mewakili Pengelola Kegiatan Pengembangan BPP Model Kabupaten Tangerang. Arahannya ditujukan pada tindak lanjut para petani peserta Kursus Tani dalam menghadapi musim tanam yang akan datang. Dilanjutkan dengan menutup secara resmi kegiatan Kursus Tani di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja ini.
PENUTUP
Dengan terlaksananya kegiatan Kursus Tani di Kelompok Tani Sukamantri Desa Gembong Kecamatan Balaraja ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a.      Meningkatkannya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta
Hal ini dilihat dari tes awal dan akhir melalui ballot box maupun test harian
b.      Diharapkan peserta mampu melaksanakan menerapkan teknis berusahatani lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas usahatani padi sawah

Foto Dok. BPP Kaliasin (2011)