Selasa, 27 Maret 2012

TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI : Membuat Ubi Jalar Jumbo, kreasi H.Ukadi - Programer BPP.Kaliasin Kabupaten Tangerang


Pendahuluan
      Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas. Poir) merupakan salah satu tanaman yang cukup penting di Indonesia, baik sebagai makanan pokok alternatif di musim paceklik maupun sebagai makanan tambahan dalam rangka diversifikasi makanan, sehingga cukup penting peranannya dalam ketahanan pangan masyarakat. Hampir seluruh bagian dari ubi jalar dapat dimanfaatkan yaitu :
(a) Daun: sebagai lalap sayuran maupun untuk pakan ternak,
(b) Batang: bahan tanam, pakan ternak,
(c) Kulit ubi: pakan ternak,
(d) Ubi segar: bahan makanan,
(e) Tepung ubi jalar: bahan makanan,
( f) Pati ubi jalar : fermentasi, pakan ternak, asam sitrat.
Budidaya tanaman
1.    Penyiapan bibit tanaman
-          Bibit stek dipilih dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya
-          Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit, pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi hari

2.     Pengolahan tanah
-          Tanah diolah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar, dengan kedalaman 25-30 cm
-          Tanah dibiarkan kering selama minimal 7-10 hari
-          Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 30 cm, tinggi 20 cm, jarak antar guludan 75 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan

3.     Penyiapan lubang tanam
-           Siapkan pupuk kandang dari kotoran ayam (sebaiknya ayam petelur) yang sudah matang (sudah dibuat bokashi)
-          Pada dasar lubang tanam diberikan pupuk NPK Phonska sebanyak 1 sendok makan/ lubang tanam terlebih dahulu
-          Di atasnya baru diberikan pupuk kandang bokashi tersebut sebanyak 1 ember (± 5 kg)
-          Pupuk tersebut kemudian di aduk rata serta di tambahkan tanah halus yang sudah matang
-          Stek bibit siap ditanam secara mendatar dengan sudut kemiringan ± 50o

4.     Pemeliharaan
-           Tanaman yang telah berumur 1,5 – 2 bulan digali kembali untuk memeriksa keadaan umbi, jika sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa maka umbi sudah dapat diberikan perlakuan
-          Umbi tersebut dilukai kulit luarnya dengan cara di sayat dari atas ke bawah sebanyak 4 bagian, dengan memperhatikan jangan sampai ada akar yang terputus
-          Setelah itu umbi ditutup kembali dengan tanah (dibumbun)
-          Pembalikan batang tanaman perlu dilakukan agar tidak tumbuh akar baru
5.    Panen
Panen dapat dilakukan pada saat umur tanaman 4 - 4,5 bulan. Dengan perlakuan tersebut, dapat menghasilkan umbi Ubi Jalar Jumbo seberat 4 - 4,5 kg/ pohon (2 umbi)

Tips :
Sebelum dikonsumsi, sebaiknya ubi jalar tersebut didiamkan dahulu selama 5 hari untuk mendapatkan rasa yang lebih manis dan legit

Ditulis oleh : Avi Danarti, SP (Sumber dari : H.Ukadi, S.PKP – Programer BPP Kaliasin)

1 komentar:

  1. Dimana bibit bisa didapat, mhn jawaban bisa dialamatkan ke : aprasodjo@ymail.com.

    Terimakasih sebelumnya
    Ir. Agus Prasodjo
    Praktisi pengelolaan hutan lestari

    BalasHapus